Like A Dream
Hello fellas!

Nurfarahain Haziqah. Dip in Office Management & Technology (UiTM Pahang). Deg in Office System Management (UiTM Puncak Alam).


Entries About


Scream!


Credits!

Template: Nurul AtiQah
Basecodes: Ainabillah Shafie
Others:   


Baru aku tahu

Baru aku tahu, kalau aku tak check maknanya aku taktahu. Hmm, ada satu benda aku nak share dekat kauoranglah, aku ni kerap kencing.

Tak kiralah, tapi aku memang kerap. Lepas dah kencing, mesti nak kencing lagi, lagi dan lagi. Waktu malam lagilah, lepas kencing, masuk bilik, nak tidur je terasa nak kencing dan terpaksa ke tandas lagi dan lagi. Benda ni berlaku tahun ni, 2 bulan lepas aku start dapat benda-benda ni.

Lepas aku check, baru aku tahu. Hmm, penyakit ni digelar 'Overactive Bladder'.

Aku check dekat internet problem ni bersifat sementara selepas jangkitan kuman dan boleh berlanjutan. Masalah ini kerap melanda golongan muda terutama wanita.

Sebab-sebab dia :

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK adalah penyebab utama peningkatan frekuensi buang air kecil.

2. Diabetes. Sering buang air kecil sering merupakan gejala awal dari diabetes saat tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang tidak digunakan melalui urin.

3. Prostatitis akut. Prostatitis akut adalah pembengkakan dan iritasi kelenjar prostat yang berlangsung cepat. Prostatitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar prostat yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif. Kandung kemih mulai berkontraksi bahkan ketika masih memiliki sejumlah kecil urin.

4. Pembesaran prostat. Sering merasa ingin kencing, terutama di malam hari, adalah salah satu gejala dini pembesaran prostat jinak (BPH), yang banyak terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

5. Menstruasi. Hormon dalam tubuh perempuan berubah terus sepanjang bulan. Tepat sebelum menstruasi biasanya kelembaban wanita meningkat. Dalam beberapa hari menstruasi, kelembaban ekstra itu meninggalkan tubuh sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.

6. Kehamilan. Pada minggu-minggu awal kehamilan rahim mengalami perkembangan sehingga menekan kandung kemih, menyebabkan sering buang air kecil.

7. Sistitis interstisial. Radang dinding kandung kemih kronis yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di daerah kandung kemih dan panggul. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, setiap kalinya hanya mengeluarkan sejumlah kecil urin (Jawa: anyang-anyangen).

8. Kafein. Kafein menghambat kerja hormon antidiuretik (ADH). Hormon itu memastikan bahwa tidak terlalu banyak air dalam urin. Hambatan terhadap ADH membuat produksi air urin meningkat. Disarankan bahwa untuk setiap cangkir kopi Anda meminum segelas air putih untuk mengisi kekurangan tersebut.

9. Obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dapat membuat Anda lebih sering pipis untuk sementara dan kembali normal setelah Anda berhenti minum obat.

10. Stroke atau penyakit neurologis lainnya. Kerusakan saraf yang mengendalikan kandung kemih dapat menyebabkan masalah fungsi kandung kemih, termasuk dorongan untuk buang air kecil yang terlalu sering dan tiba-tiba.

11. Kandung kemih terlalu aktif. Beberapa orang sering buang air kecil terutama di malam hari. Gejala ini disebut nokturia dan biasanya mempengaruhi orang berusia lebih dari 50 tahun, ibu hamil, pria dengan kanker prostat dan gagal jantung. Normalnya, produksi urin di malam hari berkurang sehingga Anda dapat tidur dengan damai. Dalam kasus nokturia, produksi urin tetap besar sehingga mengakibatkan sering buang air kecil.

Tapi mustahillah pasal hamil tu -.-
And aku juga baca, biasanya orang macam ni dapat tahan hanya 100ml air dekat pundi kencing, yang normal boleh tahan 300-350ml air dekat pundi kencing.

Maa, tolong :(